Redam Gejolak Demo, Kadin Indonesia Dorong Komunikasi Lintas Stakeholder

 

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai gejolak aksi demo yang belakangan marak terjadi di sejumlah daerah perlu disikapi dengan langkah dialogis yang melibatkan semua pihak. Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menegaskan bahwa situasi sosial yang kondusif menjadi syarat penting bagi keberlangsungan dunia usaha dan stabilitas perekonomian nasional.

Menurut Arsjad, komunikasi lintas pemangku kepentingan—baik antara pemerintah, pengusaha, pekerja, maupun sipil masyarakat—harus diperkuat agar ketidakpuasan tidak meluas menjadi konflik terbuka. Ia menilai aksi resonansi merupakan bagian dari demokrasi, namun penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik dan mengedepankan solusi.

“Kita perlu memperbanyak ruang dialog. Jangan sampai aspirasi masyarakat tidak terselubung, lalu berubah menjadi tindakan destruktif yang merugikan semua pihak. Stabilitas sosial adalah fondasi bagi dunia usaha untuk terus berjalan,” ujar Arsjad, Senin (1/9/2025).

Kadin juga mendorong pembentukan forum komunikasi tripartit yang lebih aktif di setiap daerah. Forum ini akan mempertemukan perwakilan pemerintah daerah, dunia usaha, dan serikat pekerja guna membahas isu-isu ketenagakerjaan, harga kebutuhan pokok, hingga kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat.

Selain itu, Kadin menekankan pentingnya literasi ekonomi bagi masyarakat agar masyarakat memahami keterkaitan antara kebijakan pemerintah, iklim usaha, dan kesejahteraan pekerja. Dengan pemahaman yang baik, kesalahpahaman yang memicu ketegangan dapat diminimalisir.

Arsjad optimistis, jika komunikasi lintas pemangku kepentingan terjalin secara transparan dan berkelanjutan, gejolak sosial bisa ditekan sehingga fokus pembangunan ekonomi tetap terjaga. “Pemerintah, dunia usaha, dan rakyat harus saling mendengar. Inilah cara terbaik menjaga Indonesia tetap stabil dan maju,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar