Menaker Yassierli Sebut 3 PR Pemerintah dan Serikat Pekerja Hadapi Tantangan Ketenagakerjaan

 

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa dinamika ketenagakerjaan di Indonesia semakin kompleks seiring perubahan global, perkembangan teknologi, dan tekanan ekonomi. Menurutnya, ada tiga pekerjaan rumah (PR) besar yang harus menjadi fokus bersama pemerintah, serikat pekerja, dan dunia usaha agar hubungan industrial tetap harmonis serta daya saing tenaga kerja terus meningkat.

Pertama, Yassierli menyoroti pentingnya peningkatan keterampilan (upkilling dan reskilling) pekerja. Revolusi industri 4.0 hingga perkembangan kendaraan listrik dan digitalisasi membuat banyak pekerjaan lama terdisrupsi, sementara kebutuhan tenaga kerja baru terus berkembang. Pemerintah, kata dia, tidak bisa bekerja sendirian. Serikat pekerja dan perusahaan harus aktif mendukung program pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi.

Kedua, kesejahteraan pekerja melalui perlindungan sosial yang berkeadilan. Menaker menekankan perlunya memperluas cakupan jaminan sosial, termasuk pekerja sektor informal yang jumlahnya masih mendominasi. Ia juga menegaskan bahwa pengawasan ketenagakerjaan akan diperketat untuk mencegah praktik pelanggaran hak pekerja, seperti upah di bawah standar atau jam kerja berlebihan.

Ketiga, penguatan dialog sosial antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. Yassierli menyebutkan bahwa tantangan ketenagakerjaan pasca-aksi demo yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini harus dijawab dengan komunikasi terbuka, bukan konfrontasi. “Dialog sosial adalah kunci untuk mencari solusi yang win-win, baik bagi pekerja maupun pengusaha,” ujarnya.

Ia berharap ketiga PR tersebut dapat dilakukan bersama sehingga Indonesia tidak hanya mampu menghadapi gejolak pasar tenaga kerja global, tetapi juga memastikan para pekerja memperoleh perlindungan dan kesempatan kerja yang layak. “Melalui kolaborasi, kita dapat mewujudkan dunia kerja yang produktif, sejahtera, dan berdaya saing,” tutup Yassierli.

Posting Komentar

0 Komentar