Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA). Prabowo meminta agar segera dibentuk standar Joint Ore Reserves Committee (JORC) versi Indonesia untuk memastikan data cadangan SDA lebih transparan, akurat, dan diakui secara internasional.
Menurut Prabowo, selama ini perbedaan metode pencatatan membuat data cadangan mineral dan energi nasional sering diteliti. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar, mulai dari nikel, tembaga, hingga emas. “Kalau kita punya data yang standar dan kredibel, dunia akan lebih percaya, investor pun lebih yakin,” ujar Prabowo, Minggu (7/9/2025).
Bahlil menegaskan segera mengkonfirmasi instruksi tersebut. Ia menyebut pembentukan standar JORC nasional akan melibatkan kementerian terkait, asosiasi pertambangan, serta lembaga penelitian. “Kita ingin ada kepastian cadangan data, sehingga tidak ada lagi kesenjangan antara klaim perusahaan dengan catatan pemerintah,” kata Bahlil.
Pengamat energi menilai langkah ini sangat strategis. Selama ini, Indonesia sering menghadapi kesulitan saat bernegosiasi dengan investor karena cadangan data tidak seragam. Dengan adanya standar JORC, pemerintah dapat memaksimalkan nilai tambah SDA sekaligus mencegah potensi kebocoran penerimaan negara.
Selain itu, penerapan JORC juga diharapkan dapat meningkatkan posisi Indonesia di mata pasar global, terutama dalam menghadapi transisi energi. “Nikel, tembaga, dan bauksit kita sangat penting bagi industri kendaraan listrik. Kalau datanya jelas, daya tawar kita otomatis naik,” ujar seorang analis.
Melalui titah ini, Prabowo menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan SDA sekaligus menjamin pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.

0 Komentar