Wacana legalisasi kasino di Indonesia kembali menyebutkan, dengan sejumlah pihak menilai bahwa aktivitas perjudian dapat dilegalkan secara terbatas untuk mendongkrak pendapatan negara, dengan syarat diatur dengan ketat dan hanya diperuntukkan bagi warga negara asing (WNA).
Usulan Legalisasi Kasino untuk WNA
Akademisi dari STIE Ekuitas, Vidya Ramadhan, menyatakan bahwa aktivitas kasino bisa saja dilegalkan di Indonesia dengan syarat hanya dimainkan oleh WNA, seperti yang diterapkan di Uni Emirat Arab (UEA) dan Malaysia. Ia menyarankan agar operasional kasino dibuka di kawasan ekonomi khusus seperti Bali atau Batam, dengan pengawasan ketat dan larangan bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk bermain.
Potensi Ekonomi
Pengalaman negara tetangga menunjukkan bahwa kasino dapat menjadi sumber pendapatan yang signifikan. Genting Malaysia Berhad, operator satu-satunya kasino legal di Malaysia, mencatat pendapatan sebesar RM10,91 miliar pada tahun 2024 atau setara Rp37,09 triliun . Pendapatan ini bahkan melebihi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 Jawa Barat yang hanya Rp30,99 triliun.
Penolakan dan Kontroversi
Namun, usulan legalisasi kasino menolak penolakan dari berbagai pihak. Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), menegaskan bahwa segala bentuk perjudian, termasuk kasino dan judi online, bertentangan dengan nilai-nilai konstitusional dan norma agama yang berlaku di Indonesia. Ia mengingatkan bahwa Mahkamah Konstitusi telah menolak permohonan judicial review terhadap KUHP dan UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, dengan pertimbangan bahwa perjudian bertentangan dengan moral, ajaran agama, serta mengganggu kepentingan umum.
Sejarah Kasino di Indonesia
Indonesia pernah memiliki kasino legal pada masa Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin (1966–1977). Saat itu, perjudian dilegalkan sebagai strategi untuk membiayai pembangunan ibu kota. Namun, kebijakan ini kemudian dihentikan karena tekanan sosial dan politik, serta pertimbangan moral dan agama.
Legalitas kasino di Indonesia tetap menjadi topik kontroversial. Di satu sisi, ada potensi ekonomi yang signifikan jika kasino dilegalkan dan diatur dengan ketat. Di sisi lain, pertimbangan moral, agama, dan hukum menjadi hambatan utama. Diskusi mengenai legalisasi kasino perlu melibatkan berbagai pihak dan mempertimbangkan dampak sosial yang mungkin timbul.

0 Komentar