Legenda sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo, mendapat peringatan keras dari William Gallas: mimpinya tampil di Piala Dunia 2026 kemungkinan besar “akan berakhir dengan air mata” . Usia Ronaldo yang sudah mencapai 41 tahun di edisi tersebut membuat ekspektasi menjadi jauh lebih sulit terpenuhi—bukan hanya dari aspek fisik, tetapi juga peran di dalam tim yang mungkin tidak lagi utama.
Meski begitu, Ronaldo tetap memiliki keunggulan sebagai pemain cadangan yang bisa diandalkan untuk mencetak gol—ketajamannya tak tergantikan, seperti dijelaskan Gallas. Namun, menjadi starter selama turnamen besar dengan intensitas tinggi bisa sangat berat baginya.
Selain itu, tekanan emosional yang menyertainya selama tur internasional terasa nyata—Ronaldo pernah membela Portugal di final Liga Bangsa UEFA 2025 dengan kondisi cedera, dan perlombaan emosi tak terhindarkan saat mengangkat trofi . Rasa bangga dan tekadnya tidak diragukan lagi, tetapi turnamen sebesar Piala Dunia menuntut lebih banyak lagi—kecepatan, tenaga, dan konsistensi di level tinggi.
Kesimpulannya, meski hasratnya untuk tampil tetap menyala dan dukungan seperti dari Luis Figo tetap mengemuka, tantangan fisik dan emosional pada usia 41 bisa membuat Piala Dunia 2026 menjadi akhir perjalanan yang emosional bagi sang ikon. Waktu akan menjadi Saksi—apakah ia akan menjadi strategi cadangan atau benar-benar harus turun ke lapangan—namun satu hal pasti: perjalanan ini sarat dengan risiko air mata yang sulit terbendung.


0 Komentar