3 Jenazah Baru Korban Pesantren Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi, Berasal dari Surabaya

 

Proses menghilangkan korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, kembali membuahkan hasil. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim berhasil mengidentifikasi tiga jenazah baru, yang seluruhnya diketahui berasal dari Surabaya. Dengan demikian, jumlah korban yang berhasil teridentifikasi hingga saat ini mencapai sebelas orang.


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Dirmanto, menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, gigi, serta DNA dari keluarga korban. “Tiga jenazah terbaru berhasil kami pastikan identitasnya berkat kesesuaian data ante mortem yang diberikan keluarga,” ujarnya di Surabaya, Minggu (5/10/2025).


Korban ketiga yang diketahui merupakan santri yang tengah mengikuti kegiatan malam saat kejadian terjadi. Setelah teridentifikasi, jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing di Surabaya. Suasana haru mengecewakan proses penyerahan di RS Bhayangkara, tempat pengampunan dilakukan.


Sementara itu, proses pencarian terhadap korban lain masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan dari Basarnas, BPBD, dan TNI-Polri. Material bangunan yang runtuh masih menyisakan puing tebal, sehingga proses evakuasi berjalan hati-hati agar tidak menimbulkan risiko tambahan.


Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan pihak pesantren untuk memastikan seluruh santri yang selamat mendapat penanganan psikologis dan tempat tinggal sementara.


Tragedi ini memicu berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat yang berjanji akan mengeluarkan standar keamanan pembangunan pesantren di seluruh Indonesia. Hingga kini, masyarakat masih menantikan hasil investigasi resmi untuk mengetahui penyebab utama runtuhnya bangunan yang menghancurkan belasan santri tersebut.

Posting Komentar

0 Komentar