Musibah runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, menyisakan duka yang mendalam. Salah satu korban yang masih dinyatakan hilang ternyata merupakan cucu dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Hingga kini, keluarga korban masih menaruh harapan besar adanya mukjizat di tengah proses pencarian yang terus berlangsung.
Insiden nahas itu terjadi ketika puluhan santri tengah beraktivitas di area pondok. Tiba-tiba, bangunan utama yang sudah berusia puluhan tahun ambruk dan menimpa para santri. Tim SAR gabungan langsung dikerahkan ke lokasi, dibantu aparat kepolisian, TNI, serta relawan untuk mengevakuasi para korban.
Menurut laporan sementara, sejumlah santri berhasil dievakuasi dengan luka-luka, sementara beberapa lainnya dinyatakan meninggal dunia. Namun, beberapa korban, termasuk cucu Menteri PPPA, masih belum ditemukan. Situasi ini membuat keluarga korban diliputi rasa cemas sekaligus pasrah menunggu hasil pencarian.
“Kami hanya bisa berdoa agar ada mukjizat. Semoga anak kami ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar salah satu anggota keluarga dengan mata berkaca-kaca.
Pemerintah daerah Sidoarjo bersama BNPB juga turun langsung untuk memastikan proses pencarian berjalan cepat. Alat berat telah dikerahkan untuk mengangkat puing-puing bangunan, meskipun cuaca dan kondisi struktur yang rapuh menjadi tantangan tersendiri.
Menteri PPPA sendiri dikabarkan terus memantau perkembangan dari dekat. Ia meminta masyarakat agar ikut membantu para korban dan mendesak semua pihak memperhatikan aspek keselamatan bangunan pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang.
Tragedi ini mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap infrastruktur lembaga pendidikan, sekaligus ujian berat bagi keluarga korban yang masih menanti kabar pasti dari tim penyelamat.

0 Komentar