Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendatangi langsung lokasi tragedi runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (…). Kedatangan Menteri Arifah memastikan untuk memberikan dukungan moral sekaligus penanganan korban, terutama anak-anak, berjalan cepat dan tepat.
Dalam kunjungannya, Arifah menyempatkan diri menemui para korban selamat yang tengah dirawat di rumah sakit setempat. Ia memberikan semangat serta memastikan bahwa layanan pendampingan psikologis segera diberikan agar trauma para santri bisa diminimalkan. “Kami hadir untuk mendampingi anak-anak korban musibah ini. Negara hak menjamin mereka untuk mendapatkan perlindungan, baik fisik maupun psikologis,” ujar Arifah.
Selain itu, Menteri PPPA juga menemui keluarga korban yang masih menunggu kabar sanak saudara mereka. Ia menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang menelan korban jiwa tersebut, serta berjanji akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan.
Tim dari Kementerian PPPA bekerja sama dengan pemerintah daerah Sidoarjo dan lembaga layanan perlindungan anak setempat. Fokus utama adalah memberikan trauma healing, layanan kesehatan, serta memastikan proses evakuasi berjalan sesuai prosedur.
Arifah menekankan pentingnya evaluasi terhadap keamanan bangunan lembaga pendidikan, khususnya pesantren yang menampung banyak santri. Menurutnya, keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama agar tragedi serupa tidak terjadi kembali di kemudian hari.
Masyarakat setempat menyambut positif kehadiran Menteri PPPA di lokasi bencana. Kehadirannya dianggap sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap penderitaan korban dan keluarganya.
Dengan langkah cepat ini, pemerintah berharap proses pemulihan korban Ponpes Al-Khoziny dapat berjalan lebih baik, sementara investigasi penyebab runtuhnya bangunan tetap berlanjut.

0 Komentar