Etanol Jadi Solusi BBM Hijau, Pertamina Percepat Transisi Energi

 

PT Pertamina (Persero) terus mempercepat langkah transisi energi dengan menjadikan etanol sebagai salah satu solusi bahan bakar minyak (BBM) hijau di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus menekan emisi karbon sesuai komitmen Net Zero Emission 2060.


Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menjelaskan bahwa penggunaan etanol sebagai campuran BBM dapat menjadi alternatif ramah lingkungan yang lebih terjangkau dibandingkan bahan bakar murni fosil. “Etanol bisa diproduksi dari sumber daya terbarukan seperti tebu dan singkong. Selain mengurangi impor minyak, program ini juga mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.


Pertamina saat ini sedang mempersiapkan infrastruktur distribusi sekaligus menggandeng berbagai mitra untuk memastikan pasokan etanol berkelanjutan. Uji coba campuran etanol dalam BBM disebut sudah menunjukkan hasil positif, baik dari sisi performa mesin maupun efisiensi biaya.


Pengembangan etanol sebagai BBM hijau juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Selain membuka peluang investasi baru di sektor energi terbarukan, program ini berpotensi mendorong peningkatan kesejahteraan petani lokal sebagai penyedia bahan baku. Oleh karena itu, energi transisi tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berdampak pada sosial-ekonomi.


Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama terkait kapasitas produksi dalam negeri dan kebutuhan investasi besar untuk memperluas infrastruktur. Pertamina menegaskan, kerja sama yang erat dengan pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci sukses program ini.


Dengan langkah ini, Pertamina optimistis Indonesia dapat mengurangi jejak karbon sekaligus mempercepat pencapaian menuju energi bersih. Etanol pun dipandang sebagai pijakan awal masa depan menuju energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar