Kisah Wisudawan Sekolah Lansia: Awalnya Ragu, Kini Lebih Sehat dan Bahagia

 

Momen haru menggagalkan acara wisuda Sekolah Lansia yang digelar di salah satu balai kota di Jawa Barat. Puluhan peserta lanjut usia dengan bangga mengenakan toga sederhana, menandai persetujuan mereka setelah mengikuti rangkaian pembelajaran selama beberapa bulan terakhir.


Salah satu wisudawan, Siti Aminah (68), mengaku awalnya sempat ragu untuk ikut serta. Ia khawatir tidak bisa mengikuti materi atau merasa minder karena usianya. Namun, dukungan keluarga dan teman-temannya membuat ia berani mencoba. “Awalnya saya takut. Tapi ternyata belajar di sekolah lansia itu menyenangkan, banyak teman sebaya, jadi tidak malu lagi,” ujarnya.


Program Sekolah Lansia tidak hanya memberikan materi tentang kesehatan fisik, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan seputar pola hidup sehat, keterampilan sederhana, hingga kegiatan sosial yang memperkuat rasa kebersamaan. Hasilnya, banyak peserta merasakan perubahan positif, baik secara fisik maupun psikologis.


Siti menuturkan kini ia lebih disiplin menjaga pola makan, rajin berolahraga ringan, serta lebih aktif dalam kegiatan lingkungan. “Saya merasa lebih sehat, semangat, dan bahagia. Hidup di usia senja ternyata masih bisa produktif,” tambah senyum lebar.


Penyelenggara program Menyebutkan, Sekolah Lansia bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para orang tua, sekaligus mencegah risiko penyakit degeneratif. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah interaksi sosial agar para lansia tidak merasa kesepian.


Wisuda ini menjadi bukti bahwa belajar tidak mengenal usia. Para lulusan berharap program serupa dapat terus dibahas di berbagai daerah, sehingga semakin banyak lansia yang bisa merasakan manfaatnya. Kisah mereka menjadi inspirasi bahwa masa tua tetap bisa dijalani dengan penuh semangat, kesehatan, dan kebahagiaan.

Posting Komentar

0 Komentar